Kumpul Kebo

Kumpul kebo adalah predikat yang melekat pada orang yang hidup bersama dan melakukan hubungan seksual tanpa pernikahan arti hidup bersama dan melakukan hubungan seksual tanpa menikah disini berarti mereka layaknya suami istri tetapi tidak menikah walau sudah punya anak, hal seperti ini biasa dan dimaklumi secara kultural di negara-negara barat. Contoh paling gamblang adalah selebriti di hollywood yang banyak melakukan kumpul kebo dan melakukan komitmen pernikahan setelah mempunyai anak dan kumpul kebo bertahun-tahun.
Bagaimana dengan kumpul kebo di Indonesia? Rupa-rupanya kultur Indonesia tetap memandang kumpul kebo sebagai tabu. Norma-norma Indonesia tidak menyediakan ruang bagi kumpul kebo. Oleh karena itu berita seseorang menjalani kehidupan kumpul kebo akan menjadi hal yang sensitif dan bisa berujung pengusiran bahkan pelaku akan di grebek dan di arak keliling desa/lingkungan sekitar.

Sebenarnya dari mana kumpul kebo berakar? Jejaknya bisa kita telusuri dalam kulur masyarakat modern. Di satu sisi budaya modern mengajak individu untuk mempercayai cinta sebagai dasar tindakan. Di sisi lain mereka ketakutan untuk sungguh-sungguh melakukannya karena adanya nilai-nilai yang menekankan independensi individu. Akibatnya individu dalam masyarakat modern adalah individu yang terbelah. Sebagai manusia mereka perlu seks dan cinta, dan itu harfiah, tapi mereka enggan dengan legalisasinya. Sebuah legalisasi seks dan juga cinta dalam bentuk pernikahan bermakna gangguan terhadap independensi dan kebebasan individu. Maka, tak usah heran apabila kumpul kebo tumbuh subur sebab itulah jalan tengah bagi perasaan terbelah. Melalui kumpul kebo mereka mendapat cinta sekaligus seks tanpa mengorbankan kebebasan dan independesinya.

Sebuah penelitian mengenai pengaruh status pernikahan dengan tingkat depresi yang dilakukan oleh Robin dan Feigers di Amerika Serikat membuktikan bahwa mereka yang menikah adalah mereka yang memiliki tingkat depresi paling rendah. Mereka yang kumpul kebo memiliki tingkat depresi 5 kali lipat dibandingkan dengan mereka yang menikah. Jadi, jika kita gampangkan, mereka yang menikah memiliki tingkat kebahagiaan 5 kali lipat daripada mereka yang kumpul kebo. Jadi selain dilarang agama islam kumpul kebo juga punya dampak buruk dari segi psikis..yaiyalah kumpul kok sama kebo..xi..xi..