Belajar Demokrasi

Belajar demokrasi dilakukan saat kita masih anak-anak saat mulai bersosialisasi dengan lingkungan diluar keluarga kita mulai mengasah rasa tenggang terhadap teman sebaya kita dan mulai melaksanakan apa yang disebut berdemokrasi secara sederhana pemilihan permainan sampai pada tempat permainan di lakukan dengan cara berembuk dan saling memberi pandangan yang kemudian menghasilkan keputusan.
Saat disekolah kita juga mengenal istilah Organisasi intra sekolah (OSIS) yang merupakan wadah organisasi siswa kemudian ada juga kegiatan ekstra kulikuler sekolah yang berkaitan dengan belajar berorganisasi atau berpolitik, salah satunya adalah kegiatan pemilihan ketua osis dimana seluruh siswa berhak untuk mencalonkan menjadi ketua apabila aktif menjadi pengurus osis, kemudian penjaringan bakal calon dan penyeleksian melalui berbagai tahap dan metode sampai pada pengesahan calon dan kampanye kemudian dilakukan pemilihan melalui pemilu siswa dimana semua siswa berhak memilih calon masing-masing.
Kesemua itu adalah pembelajaran Demokrasi dan Berorganisasi, sehingga saat sudah 17 tahun bisa lebih matang dalam berdemokrasi dan berorganisasi, misalnya saat ada pemilu Kades maupun pemilu Kada bisa ikut berkontribusi secara positif, sehingga tidak ada yang namanya kebingungan mencari tahu calon pemimpinnya atau malah memilih pemimpin yang mau memberi uang saja yang ketika terpilih hanya mementingkan dirinya dan kelompoknya