Siswa Berulah Guru yang Salah

Mendengar kasus-kasus yang terjadi di dunia pendidikan kita saya tak habis pikir, mengapa masyarakat kita selalu ikut-ikutan latah tidak bisa membedakan antara pendidikan dan pengajaran. Dunia pendidikan kita di sorot dan guru disalahkan atas ulah siswa, lalu dimana peran orang tua yang melahirkan anaknya dan seharusnya juga paling bertanggung jawab.

Klo kita lihat definisi dari pengajaran dan pendidikan adalah sebagai berikut

Pendidikan adalah meningkatkan diri dalam segala aspeknya. Definisi ini mencakup kegiatan penidikan yang melibatakan guru ataupun yang tidak melibatkan guru (pendidik). Mencakup pendidikan formal maupun non formal serta informal. Segi yang dibina oleh pendidikan dalam definisi ini adalah seluruh aspek kepribadian. Pendidikan adalah usaha meningkatkan diri dalam segala aspeknya. Pengajaran adalah dengan cara memeberikan ilmu atau pengetahuan serta kecakapan.

Dari hal tersebut bisa di lihat bahwa siswa-siswi adalah tanggung jawab terbesar orang tua, tak adil jika kita lihat prosentase siswa-siswi selama sehari adalah 25% (6-7 jam) waktu di sekolah dan sisanya merupakan tanggung jawab orang tua sebesar 75% (17-18 jam) dari waktu anaknya sehari. Sekolah hanya memberikan 100% pengajaran … toh yang dituntut hanya tentang nilai hasil proses belajar. Itulah yang namanya pengajaran!. Lagipula juga mustahil bisa memberikan pendidikan untuk waktu sesingkat itu.

Sehingga sungguh ironi bila kita lihat realita sekarang dengan berbagai alasan keterbatasan waktu orang tua melepas anaknya dan kemudian memvonis guru (Pendidik) atas tingkah laku negatif anaknya yang tidak di kontrol orang tua.

Kedepan mudah-mudahan sistem pendidikan kita adalah full day school sehingga in put yang di dapat juga bisa maksimal terkontrol, suatu solusi untuk sistem pendidikan yang realistis menghadapi kesibukan orang tua yang semakin menjadi-jadi sehingga lulusan sekolah bisa lebih berkwalitas demi kemajuan pendidikan kita

 

 

 

Remaja