Realitas Guru BP/BK

Seharusnya disetiap sekolah ada guru BP/BK, yang berfungsi sebagai tempat konsultasi siswa/siswi dalam segala hal.

Namun kenyataannya, BP/BK malah menjadi momok menakutkan bagi siswa pada umumnya. Mengapa? Karena sudah tercitrakan dari dulu bahwa siswa/siswi yang dipanggil oleh BP/BK atau siswa yang masuk keruang BP/BK, adalah siswa-siswa yang bermasalah, sehingga sangat memalukan bila sudah pernah memasuki ruang bk/bp. Karena akan mendapat cap, tidak hanya dari siswa-siswi bahkan juga dari guru-guru disekolah tersebut. Hal inilah yang akhirnya, sulit sekali membuat citra BP/BK itu bukan untuk siswa-siswi  yang nakal saja. Tapi untuk semua siswa-siswi untuk membantu apapun masalah mereka karena memang itulah tugas utama guru BP/BK.

Padahal saya pribadi melihat banyak siswa-siwi yang membutuhkan perhatian karena keadaan dirumah yang kurang kasih sayang akibat kesibukan orang tua atau bahkan mereka tidak punya figur panutan karena orang tua bercerai serta orang tua tinggal di luar kota sehingga anak menjadi tidak terpantauan sepanjang hari.

Saya di BP/BK selalu mengatakan pada para siswa untuk tidak pernah ragu ke BP/BK jika ingin sharing. Mengenai kerahasiaan data benar-benar akan dijamin. Dan yang diceritakan bukan tentang masalah saja, tetapi apa saja, baik tentang nilai, sekolah, pribadi atau keluarga juga teman.

Namun, tetap saja, para siswa tetap enggan untuk datang ke BP/BK. Jika ada masalah mereka merasa nyaman curhat ke teman atau ke guru yang mereka percayai. Nampaknya memang guru BP/BK harus berusaha keras supaya citra BP/BK yang menakutkan segera sirna berubah menjadi sosok yang siap berempati dan mengerti masalah yang dihadapi siswa… jadi fungsi BP/BK bukan lagi sekedar tempat siswa –siswi yang bermasalah diadili bahkan menjadi tempat yang anti dikunjungi no 1 di Sekolahan tetapi menjadi jembatan penerang bagi solusi masalah yang dihadapi siswa-siwi.

One thought on “Realitas Guru BP/BK

  1. moyt mengatakan:

    sayang,,,
    referensi bukunya tdk ada

Komentar ditutup.