Berbagai Metode Psikologi pendidikan

Kebanyakan psikolog menganggap kegiatan belajar mengajar manusia adalah topic yang paling penting dalam studi psikologi. Demikian pentingnya sehingga tak satupun aspek kehidupan manusia yang terlepas dari belajar. Namun pendekatan perbedaan persepsi, (pemahaman atas dasar tanggapan) mengenai arti dan seluk beluk belajar selalu muncul dari waktu kewaktu, kenyataan itu pula yang membawa fakta bahwa perbedaan generasi membawa perbedaan persepsi dalam belajar. Seperti dalam beberapa puluh tahun yang lalu masih dipengaruhi oleh aliran behaviorisme, namun kini sudah banyak perubahan seiring dengan perubahan pandangan psikologi terhadap keabsahan (validity) dan kecermatan (accuracy) temuan riset yang menggunakan hewan-hewan itu (lazeron, 1975). Perubahan ini mengakibatkannya perubahan pola riset dan penggunaan metode untuk menghimpun data psikologi di bidang pendidikan. Dalam psikologi pendidikan, metode-metode tertentu dipakai untuk mengumpulkan berbagai data dan informasi, pada umumnya para ahli psikologi pendidikan melakukan riset psikologi dala bidang pendidikan dengan menggunakan metode peneletian tertentu:

1. Metode Eksperimen Metode eksperimen merupakan serangkaian percobaan yang dilakukan eksperimenter dalam sebuah laboratorium atau ruangan tertentu lainnya. Teknis pelaksanaannya disesuaikan dengan data yang akan diangkat, misalnya data pendengaran siswa, penglihatan siswa, dan gerak mata siswa ketika sedang membaca, alat utama yang biasa dipakai adalah computer dengan berbagai programnya seperti program cognitive psychology test, metode ini biasanya sebagai pilihan utama terutama dalam riset-riset. Dalam penelitian eksperimental objek yang akan diteliti dibagi menjadi dua kelompok, yakni: 1. Kelompok percobaan (eksperimental group); 2. Kelompok pembanding (control group) kedua kelompok pada akhir riset hasilnya akan dibandingkan lalu dianalisis, ditafsirkan, dan disimpulkan dengan teknik statistic tertentu.

2. Metode Kuesioner Metode kuesioner lazim juga disebut metode surat-menyurat. Kuesioner disebut “mail survey” karena pelaksanaan penyebaran dan pengembaliannya sering dikirimkan ke dan dari responden melalui jasa pos, selain lebih hemat biaya dan juga lebih banyak unit yang bisa dijangkau. Sebelum kuisioner disebarkan kepada koresponden yang sesungguhnya, seorang peneliti psikologi biasanya melakukan uji coba. Dengan menggunakan sampel yang sama dengan calon koresponden yang sesungguhnya. Tujuannya memastikan apakah pertanyaan cukup jelas dan relevan untuk dijawab, dan masukan yang bermanfaat. Contoh data yang dapat dihimpun dengan cara penyebaran adalah sebagai berikut:

1. Karakterisitik pribadi

2. Latar belakang pribadi

3. Metode Studi khusus

Studi kasus (case study) ialah sebuah metode penelitian yang digunakan untuk memperoleh gambaran yang rinci mengenai aspek-aspek psikologis seorang siswa atau sekelompok siswa tertentu. Metode ini, selain dipakai oleh para peneliti psikologi pendidikan , juga sering dipakai oleh peneliti ilmu-ilmu sosial lainnya karena lebih memungkinkan peneliti melakukan investigasi (penyelidikan dengan mencatat fakta) dan penafsiran yang lebih meluas dan mendalam. Alat yang dipakai juga bermacam-macam terutama yang dapat mengungkapkan variable yang sukar disimpulkan dalam satuan tertentu, penyelidikan disini dilakukan dalam kurun waktu tertentu dengan mengikuti perkembangan objek yang kita teliti,

4. Metode Penyelidikan Klinis Pada mulanya, metode penyelidikan klinis hanya digunakan oleh para psikiater. Dalam metode ini terdapat prosedur diagnosis dan penggolongan penyakit kelainan jiwa serta cara-cara memberikan perlakuan pemulihan terhadap kelainan jiwa tersebut. Ornag yang pertama kali memanfaatkan metode ini adalah jean piaget dalam bidang pendidikan, piaget sering menggunakan metode ini untuk mengumpulkan data dengan cara yang unik yakni interaksi semu alamiah, (quasi-natural) anatara peneliti dengan objek penelitian (reber, 1988) Metode ini biasa digunakan bagi anak yang mengalami penyimpangan psikologi dan prilaku. Oleh karena itu penggunaan sarana dan alat-alat yang digunakan harus memperhatikan batas kesanggupan siswa, dengan tetap menjaga ketelitian. Sasaran metode ini adalah adalah memastikan sebab timbulnya ketidak normalan perilaku seseorang siswa atau sekelompok kecil siswa. Kemudian berdasarkan kepastian factor penyebab itu penelitian berupaya memilih dan menentukan cara yang tepat mengatasi penyimpangan tersebut.

5. Metode Observasi Naturalistik Metode observasi naturalistik adalah sejenis observasi yang dilakukan secara alamiah. Dalam hal ini, peneliti berada di luar objek yang diteliti atau tidak menampakkan diri sebagai orang yang sedang melakukan penelitian. Pada awalanya metode ini banyak digunakan dalam penelitian hewan untuk mempelajari tingkah lakunya, kemudian metode ini digunakan untuk meneliti perna kepemimpinan dalam sebuah masyarakat atau untuk meneliti sekelompok orang yang memerlukan terapi, yang bersifat kemasyarakatan.