Informasi Seputar Autis Part 2

Autisme berasal dari istilah dalam bahasa Yunani; ‗aut‘ = diri sendiri, isme‘ orientation/state= orientasi/keadaan. autisme dapat diartikan sebagai kondisi seseorang yang secara tidak wajar terpusat pada dirinya sendiri; kondisi seseorang yang senantiasa berada di dalam dunianya sendiri.
Istilah ―autisme‖ pertama kali diperkenalkan oleh Leo Kanner pada tahun 1943, selanjutnya ia juga memakai istilah ―Early Infantile Autism‖, atau dalam bahasa Indonesianya diterjemahkan sebagai ―Autisme masa kanak-kanak‖. Hal ini untuk membedakan dari orang dewasa yang menunjukkan gejala autisme seperti ini.
Autisme merupakan suatu jenis gangguan perkembangan pada anak yang sifatnya kompleks dan berat, biasanya telah terlihat sebelum berumur 3 tahun, dengan ciri tidak mampu untuk berkomunikasi dan mengekspresikan perasaan maupun keinginannya. Akibatnya perilaku dan hubungannya dengan orang lain menjadi terganggu, keadaan ini sangat mempengaruhi perkembangan anak selanjutnya.
Autisme dapat mengenai siapa saja tidak tergantung pada etnik, tingkat pendidikan, sosial dan ekonomi. Autisme bukanlah masalah baru, dari berbagai bukti yang ada, diketahui kelainan ini sudah ada sejak berabad-abad yang lampau.
Hanya saja istilahnya relatif masih baru. Diperkirakan 20 tahun yang lalu, autisme merupakan suatu gangguan yang masih jarang ditemukan, diperkirakan hanya 2 – 4 saja anak autis. Tetapi sekarang terjadi peningkatan jumlah anak autis sampai lebih kurang 15-20 per 10.000 anak yang diperkirakan masih akan terus bertambah. Jika angka kelahiran pertahun di Indonesia 4,6 juta anak, maka jumlah anak autis pertahun akan bertambah dengan 0,15 % yaitu 6900 anak.
Autisme merupakan kelainan yang serius dan kompleks, apabila tidak ditangani dengan tepat dan cepat kelainan ini akan menetap dan dapat berakibat pada keterlambatan perkembangan.
Keterlambatan perkembangan pada kasus autisme biasanya ditemukan pada anak-anak dan mempunyai dampak yang berlanjut sampai dewasa. Salah satu gangguan perkembangan yang dialami adalah kesulitan dalam memahami apa yang mereka lihat, dengar, dan mereka rasakan. Gangguan ini dapat menyebabkan keterlambatan perkembangan antara lain dalam kemampuan berkomunikasi, berbicara, bersosialisasi, perilaku, dan keterampilan motorik.
Daftar Pustaka
Sugiarmin, M. (2005). Individu dengan Gangguan Autisme. PLB UPI
Sugiarmin, M. (2007). Hambatan Perkembangan dan Belajar Anak Autis, BPG Diknas Jabar
Sugiarmin, M.,Dkk. (2004). Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Bagi Anak Autis. Diknas Jabar