Objek Wisata alam dan Religi Situ Sangiang

Secara harfiah Situ atau Danau adalah sejumlah air (tawar atau asin) yang terakumulasi di suatu tempat yang cukup luas, yang dapat terjadi karena mencairnya gletser, aliran sungai, atau karena adanya mata air. (Wikipedia)
Situ sangiang ini merupakan salah satu objek wisata alam yang berada di kabupaten Majalengka yang mengandalkan sumber mata air tanah dan curah hujan sebagai sumber air utamanya. Situ ini memiliki luas total mencapai 26,4 hektar. Situ ini juga termasuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ceremai salah-satu gunung tertinggi di Jawa Barat.

Situ Sangiang

Situ ini merupakan objek wisata alam dan tempat ziarah. Banyak para pendatang yang berkunjung kesini dengan tujuan untuk berziarah. Untuk masuk ke lokasi situ terdapat beberapa gerbang. Di tiap pintu gerbang, ada kotak amal yang bisa diisi suka rela oleh pengunjung. Biasanya diperuntukkan bagi para juru kunci. Di sebelah kiri jalan setapak menuju situ, terdapat makam leluhur terdahulu dengan seorang juru kunci. Di jalan setapak itu ditulis peringatan berupa larangan untuk memetik atau mengambil bagian dari pohon besar. Apabila dilanggar konon bisa menimbulkan bencana, yang unik terdapat pohon yang saling melilitkan berjumlah 9 pohon sehingga nampak seperti naga.
Didalam situ ada sebuah papan pengumuman bahwa pengunjung dilarang berenang, membuang sampah sembarangan, memancing, menyalakan api unggun (bagi mereka yang camping tentunya), ataupun mencorat-coret segala fasilitas yang ada bahkan warga setempat sendiri tak berani untuk mengambil ikan dari dalam situ sehingga tak heran kalau ikan-ikan yang hidup disini bisa sampai ukuran terbesarnya kebanyakan jenis lele,pengunjung bisa memberi makan ikan lele jinak ini dengaan roti atau kacang.
Situ Sangiang berada di Desa Sangiang, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat –Indonesia.