Sekilas Sejarah Autisme dan penanganan Biomedis

Penanganan Biomedis

Autisme bukanlah masalah baru,karena sudah ada sejak zaman dahulu. Kalau kita membaca cerita-cerita lama, kita mungkin pernah membaca tentang anak yang dianggap ‘aneh’ karena sejak lahir sudah menunjukan gejala-gejala tidak normal. Ia meronta jika digendong, selalu menangis di malam hari, dan banyak tidur di siang hari. Ia bicara sendiri dengan bahasa yang tidak dapat dimengerti orang-orang disekitarnya. Kalau marah ia menjadi agresif, menyerang, mencakar, menjambak, menggigit, atau menyakiti dirinya sendiri. Ia tertawa sendiri seolah-olah ada yang mengajaknya bercanda. Maka para orang tua di Barat mengatakan bahwa anak ini ‘anak tertukar’ (a changeling) dengan anak peri jahat dan karena tidak bisa menyesuaikan diri  dalam kehidupan manusia, jadilah dia anak yang aneh. Kalau dipikir dengan baik maka anak yang dianggap tertukar ini bisa jadi anak autistik yang telah menunjukan gejala autisme sejak lahir.
Setelah era berganti dan berbagai penelitian dilakukan demi menjawab tanda tanya seputar penyebab autis. Banyak faktor yang diduga sebagai pencetus gejala autisme , seperti misalnya polusi bahan-bahan beracun dari lingkungan, vaksin-vaksin yang memakai ethyl mercury (thimerosal) sebagai pengawet, berbagai macam alergi , dan lain sebagainya. Namun ini semua masih memerlukan penelitian lebih mendalam. Berbagai masalah inilah yang telah mendorong para pakar untuk melakukan pemantauan yang lebih cermat dan melakukan penelitian lebih mendalam mengenai autisme.
Banyak hal terungkap  yang menunjukan bahwa keadaan fisik anak-anak penyandang autisme ini jauh dari sempurna. Banyak dari mereka yang mengalami gangguan pencernaan, mempunyai kecenderungan alergi yang tinggi terhadap banyak hal, daya tahan tubuhnya lemah (imunodefisiensi), dan ada pula yang mengalami keracunan logam berat seperti: arsen (As), kadmium (Cd), air raksa atau merkuri (Hg), timbal atau plumbum (Pb), antimoni atau stibium (Sb).
Gangguan di dalam tubuh anak bisa mempengaruhi fungsi otaknya, sehingga timbul gangguan perkembangan di bidang

Anak Berkebutuhan Khusus

 

mental yang muncul dalam bentuk gangguan perilaku, emosi, kecerdasan,kemampuan berinteraksi dan berkomunikasi. Dengan terungkapnya hal tersebut maka timbul kesadaran bahwa anak-anak ini tidak saja harus ditangani gangguan perkembangannya, namun seluruh metabolisme  tubuh pun harus dibenahi.

 

Sumber Langkah Awal Menanggulangi Autisme

penerbit

Majalah Nirmala