Diskalkulia

Diskalkulia adalah gangguan pada kemampuan berhitung atau aritmatika, yang dibagi menjadi bentuk kesulitan berhitung, mengingat, mengerti, memanipusi angka, membaca tabel dan mengurutkan konsep waktu.

ABK

ABK

Ciri-ciri

• Penderita tidak mengerti dan memahami angka-angka, tidak mengetahui fungsi penjumlahan, pengurangan, pembagian dan perkalian

• Tidak bisa membaca nomor yang berurutan, misalnya angka 56 akan dibaca 65

• Tidak memahami angka yang lebih besar atau lebih kecil misalnya 12 dan 16

• Bingung dengan angka yang mirip misalnya angka 6 dan 9

• Tidak dapat membaca tabel

• Tidak dapat menentukan kanan atau kiri

• Tidak dapat menentukan arah mata angin walaupun sudah diberi kompas

• Mengalami kesulitan dalam membaca jam terutama jam digital.

Kemasan dalam berbagai hal termasuk berhitung dapat juga memicu munculnya diskalkulia. Anak yang pernah fobia karena mengalami trauma dengan metematika, akan kehilangan rasa percaya diri. Bila hal itu tidak segera diatasi lama-kelamaan akan mengalami kesulitan dengan hal-hal yang mengandung usur hitungan atau mengalami gejala diskalkulia.

Penderita diskalkulia umunya memiliki IQ normal. Tetapi ada juga yang IQ-nya melebihi rata-rata atau cukup tinggi. Anak diskalkulia dapat berinteraksi normal seperti anak biasa, komunikasi dan sosialisasi dengan lingkungan sekitarnya. Artinya, dia dapat hidup dengan baik meskipun kesulitan dalam berhitung.

Permasalahan yang dihadapinya lebih menyangkut pada kehidupan sehari-hari misalnya kesulitan menentukan arah apakah akan belok kiri atau kanan, membaca jam, kemudian saat belanja akan kesulitan untuk menghitung uang kembalian atau menghitung jumlah harga yang harus dibayar bila membeli lebih dari satu barang.

Anak penderita gangguan ini akan dapat mengikuti pelajaran yang hanya memerlukan logika dan hafalan, seperti biologi atau bahasa. Namun untuk matematika atau pelajaran yagn memerlukan hitung-menghitung akan mengalami kesulitan.