Seputar Mendidik anak Perempuan dalam Islam (1)

Sebagai seorang ayah saya hanya ingin berbagi sedikit dari yang saya ingat tentang hal yang ada dalam islam dalam mendidik anak perempuan,karena kita tahu tidak mudah mendidik anak di zaman yang sudah sedemikian vulgar ini terutama dalam mendidik anak wanita. Karena perempuan laksana bidadari yang rapuh dan harus dilindungi kehormatannya sampai saatnya di khitbah dan walimah,karena salah-salah bisa timbul fitnah.
Allah memperingatkan para orangtua agar menjaga anak-anak mereka. Sebab dari merekalah kita bisa ikut terseret ke neraka janannam.
“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat malaikat yang kasar, yang keras yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
”(QS.At-Tahrim:6)

Karena sulitnya mendidik anak wanita, pahalanya juga luar biasa. Nabi Muhammad saw. menerangkan bahwa kesabaran mendidik anak wanita akan menjadi tabir penghalang dari api neraka. Diriwayatkan dari Uqbah bin Nafie ia berkata, Rasulullah Saw bersabda, “Barangsiapa memiliki tiga anak wanita kemudian ia sabar atas (merawat dan mendidik) mereka serta ia memberi makan dan minum mereka dari apa-apa yang ia dapatkan maka anak-anak wanita tersebut akan menjadi penghalang baginya dari api neraka di hari kiamat.
” (HR.Ahmad)

Imam Al Ghazali mengatakan, pendidikan utama bagi anak-anak adalah pendidikan agama. Pendidikan agama adalah fondasi utama bagi pendidikan keluarga. Seperti: aqidah, mengenalkan hukum halal-haram, memerintahkan anak beribadah (shalat) sejak umur tujuh tahun, mendidik anak untuk mencintai Rasulullah Saw, keluarganya, orang-orang yang shalih dan mengajar anak membaca al-Qur’an. “Hendaklah anak kecil diajari al-Qur’an, hadits dan sejarah orang-orang shalih kemudian hukum Islam,” ujar Al-Ghazali. Baru setelah itu diajarkan pada mereka pengetahuan umum.

akhwat-muslimah-jilbab-2

Yang terjadi justru sebaliknya, banyak orangtua merasa sedih anaknya tak bisa matematika, bahasa Inggris atau IPA, namun mereka tenang-tenang saja ketika anaknya tak bisa membaca Al Quran, tak mengerti adab dan hukum Islam.

Biasakan sejak dini anak wanita memakai pakaian wanita. Jangan biarkan anak wanita memakai pakaian laki-laki, meskipun di dalam rumah. Hal ini menjadi salah satu faktor untuk menumbuhkan sifat kewanitaannya. Ketika bepergian keluar rumah, ajarkan anak menutup aurat. Anak wanita dibiasakan sejak dini memakai kerudung (QS. 24: 31) dan jilbab (QS. 33: 59). Jadi anak sudah memahami bedanya pakaian di dalam rumah dengan pakaian ketika keluar rumah sejak dini. Meskipun pelaksanaannya tidak ketat, karena anak belum diwajibkan menutup aurat.

ibu-dan-anak-muslimah

Jika dibiasakan dari kecil, maka anak wanita akan terbiasa menutup aurat dengan sempurna setelah dewasa. Anak wanita menjadi terbiasa dengan busana muslimahnya, meskipun disekitarnya banyak yang tidak berbusana muslimah. Jika tidak dibiasakan sejak dini, maka akan sulit dan berat untuk mengajarkan anak wanita berbusana muslimah. Karena teman-temannya dan kebanyakan wanita di masyarakat lebih banyak yang tidak berbusana muslimah.