Wisata Pemandian Air panas di Cirebon Part II

Tanggal 2 juni kemarin saya sekeluarga dan mertua juga 2 ponakan menuju Pemandian air panas yang ada di sebelah Pabrik semen Indocement, Perjalanan menggunakan 2 sepeda motor yang berjalan pelan dibawah 40km/jam, maklum karena mertua sudah sepuh jadi saya ekstra hati-hati mengawal perjalanan 20km,seharusnya jika saya sendiri hanya butuh waktu 30menit untuk sampai ke depan pabrik Indocement.

Dari jalur utama cirebon-bandung perjalanan  menuju lokasi sekitar 3km dengan jalan beton sepanjang 500 m ,selanjutnya jalan tanah kapur yang gersang,melewati bagian pabrik Indocemet deru mesin pabrik yang mendengung-dengung disekeliling ada tumbuhan jarak dan tanaman rumput-rumputan yang menjulang 1,5meter tingginya (biasanya ada di sekitar kursi pelaminan)Jalan menuju pemandian air panas

Begitu sampai kita akan menemui gapura dan tentu saja loket pembayaran masuk dan parkir,baru kita parkirkan kendaraan kita dan sampai deh. 100_3528Di kolam pemandian air panas 100_3538 100_3543

Klo mau mandi air hangat ya bayar lagi karena ada kolam renang khusus di lengkapi kamar ganti dan tempat membilas tanpa kamar,jadi bilas dulu baru ganti baju di kamar ganti.IMG_0070

Klo penasaran dengan mobil-mobil yang tidak lazim ukurannya silahkan naik ke tanggul yang memisahkan tempat wisata ini dan daerah tambang, tapi jangan narsis dan kepo cukup liat dan abadikan seperlunya karena mereka sedang mengendarai mobil tambang yang besar dan butuh konsentrasi. saya sendiri tidak mau ambil resiko toh dari sumber mata air panas juga bisa melihat walau terhalang tanggul.

Wisata Pemandian Air Panas di Cirebon Part 1

Ketika dulu mampir ke tempat Mbah Bonsai Biker di Cisaat,pemilik blog ini berencana mengajak sesama blogger yang akan bertamu khususnya dari Jatimotoblog dan Koboys  juga Indomotoblog ke Objek wisata pemandian Air panas yang ada di Barat Kabupaten Cirebon ini.

Objek wisata ini terletak di Kecamatan Gempol sekitar 16 km dari Cirebon ke arah Bandung paling enak ya cari aja pabrik semen Indocement nah pintu masuknya dulu jadi satu dengan perusahaan,tapi sekarang sudah di pisah walau masih satu komplek dengan pabrik Indocemen.

Kondisi terkini

Kondisi terkini

 

 
Daerah wisata ini merupakan pemandian air panas yang mencapai 60 derajat celcius dengan kadar belerang yang dipercaya dapat menyembuhkan penyakit kulit. Pemandian air panas ini ada di sekitar bukit Gunung Kapur, Gunung Kromong, yang mempunyai keistimewaan mata air selalu berpindah pindah.

kondisi dulu

kondisi dulu

Tapi itu dulu sekarang sudah tertata rapi dengan bak penampungan dan di salurkan melalui pipa,juga telah di bangun  kolam renang untuk pengunjung yang mau berendam di air panas yang suhunya 40-44 derajat celcius.

 

Nantikan cerita saya saat berkunjung ke Pemandian Air Panas ini hari minggu 2 Juni 2013 bersama keluarga.

Wisata Situ Cipadung Desa Pajajar

Obyek wisata Cipadung Terletak di Desa Pajajar Kecamatan Rajagaluh Kabupaten Majalengka. Wisata ini banyak di kunjungi dari berbagai daerah di Kabupaten Majalengka juga dari luar Kabupaten Majalengka,ada yang berjiarah ataupun hanya sekedar menikmati keindahan wisata ini. Ya disamping sebagai tempat wisata keluarga juga menjadi wisata religi, Memang di tempat wisata ini terdapat beberapa makam atau buyut atau tempat-tempat keramat.
Didalam Objek Wisata Cipadung terdapat beberapa kolam, ada kolam pemandian yang berbentuk situ juga gerombolan kera dan kelelawar yang asik menggantung dipohon yang meranggas. Pepohonan yang sudah tua, kolam-kolam yang ditata dengan rapih sebuah kolam besar yang ditengahnya terdapat

Cipadung

pancuran lumba-lumba. Membuat tempat ini menjadi favorit bagi keluarga atau muda-mudi yang sedang kasmaran dan tak perlu khawatir untuk mencari tempat sholat karena di wisata ini terdapat tajug(tempat sholat). Bila Perut sudah keroncongan kita bisa menyambangi warung yang berada di sekitar kolam sekedar membeli gorengan atau mie rebus dan kopi untuk menghangatkan badan.
Untuk menuju tempat wisata ini tidak sulit anda hanya pelu datang ke Terminal Rajagaluh/Pasar Rajagaluh yang dilalui trayek Cirebon-Rajagalu dan Majalengka –Rajagaluh, jika anda membawa kendaraan seperti mobil anda bisa menggunakan jasa ojeg untuk mengantar anda menuju tempat wisata Cipadung

Objek Wisata alam dan Religi Situ Sangiang

Secara harfiah Situ atau Danau adalah sejumlah air (tawar atau asin) yang terakumulasi di suatu tempat yang cukup luas, yang dapat terjadi karena mencairnya gletser, aliran sungai, atau karena adanya mata air. (Wikipedia)
Situ sangiang ini merupakan salah satu objek wisata alam yang berada di kabupaten Majalengka yang mengandalkan sumber mata air tanah dan curah hujan sebagai sumber air utamanya. Situ ini memiliki luas total mencapai 26,4 hektar. Situ ini juga termasuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Ceremai salah-satu gunung tertinggi di Jawa Barat.

Situ Sangiang

Situ ini merupakan objek wisata alam dan tempat ziarah. Banyak para pendatang yang berkunjung kesini dengan tujuan untuk berziarah. Untuk masuk ke lokasi situ terdapat beberapa gerbang. Di tiap pintu gerbang, ada kotak amal yang bisa diisi suka rela oleh pengunjung. Biasanya diperuntukkan bagi para juru kunci. Di sebelah kiri jalan setapak menuju situ, terdapat makam leluhur terdahulu dengan seorang juru kunci. Di jalan setapak itu ditulis peringatan berupa larangan untuk memetik atau mengambil bagian dari pohon besar. Apabila dilanggar konon bisa menimbulkan bencana, yang unik terdapat pohon yang saling melilitkan berjumlah 9 pohon sehingga nampak seperti naga.
Didalam situ ada sebuah papan pengumuman bahwa pengunjung dilarang berenang, membuang sampah sembarangan, memancing, menyalakan api unggun (bagi mereka yang camping tentunya), ataupun mencorat-coret segala fasilitas yang ada bahkan warga setempat sendiri tak berani untuk mengambil ikan dari dalam situ sehingga tak heran kalau ikan-ikan yang hidup disini bisa sampai ukuran terbesarnya kebanyakan jenis lele,pengunjung bisa memberi makan ikan lele jinak ini dengaan roti atau kacang.
Situ Sangiang berada di Desa Sangiang, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat –Indonesia.

Ketemu Blogger Kondang

Alhamdulilah sabtu 24 maret kemaren ketemu para blogger yang kondang di jagat maya khususnya otomotif.

Ada dari daerah Jawa Timur dan Jakarta bahkan Mataram..Kang Badrun Hairus, Mbah Wir, Mbah Rider Tua, Bro Heru Junior, Kang Mupenk, Kang Ardian , Kang Aziz dan Kang Triyanto Banyumasan, Kang Moncer,beloved Terongis aka bro Tomi cahyo.

foto nyolong dari blognya yang disebut diatas

Kumpul Kebo

Kumpul kebo adalah predikat yang melekat pada orang yang hidup bersama dan melakukan hubungan seksual tanpa pernikahan arti hidup bersama dan melakukan hubungan seksual tanpa menikah disini berarti mereka layaknya suami istri tetapi tidak menikah walau sudah punya anak, hal seperti ini biasa dan dimaklumi secara kultural di negara-negara barat. Contoh paling gamblang adalah selebriti di hollywood yang banyak melakukan kumpul kebo dan melakukan komitmen pernikahan setelah mempunyai anak dan kumpul kebo bertahun-tahun.
Bagaimana dengan kumpul kebo di Indonesia? Rupa-rupanya kultur Indonesia tetap memandang kumpul kebo sebagai tabu. Norma-norma Indonesia tidak menyediakan ruang bagi kumpul kebo. Oleh karena itu berita seseorang menjalani kehidupan kumpul kebo akan menjadi hal yang sensitif dan bisa berujung pengusiran bahkan pelaku akan di grebek dan di arak keliling desa/lingkungan sekitar.

Sebenarnya dari mana kumpul kebo berakar? Jejaknya bisa kita telusuri dalam kulur masyarakat modern. Di satu sisi budaya modern mengajak individu untuk mempercayai cinta sebagai dasar tindakan. Di sisi lain mereka ketakutan untuk sungguh-sungguh melakukannya karena adanya nilai-nilai yang menekankan independensi individu. Akibatnya individu dalam masyarakat modern adalah individu yang terbelah. Sebagai manusia mereka perlu seks dan cinta, dan itu harfiah, tapi mereka enggan dengan legalisasinya. Sebuah legalisasi seks dan juga cinta dalam bentuk pernikahan bermakna gangguan terhadap independensi dan kebebasan individu. Maka, tak usah heran apabila kumpul kebo tumbuh subur sebab itulah jalan tengah bagi perasaan terbelah. Melalui kumpul kebo mereka mendapat cinta sekaligus seks tanpa mengorbankan kebebasan dan independesinya.

Sebuah penelitian mengenai pengaruh status pernikahan dengan tingkat depresi yang dilakukan oleh Robin dan Feigers di Amerika Serikat membuktikan bahwa mereka yang menikah adalah mereka yang memiliki tingkat depresi paling rendah. Mereka yang kumpul kebo memiliki tingkat depresi 5 kali lipat dibandingkan dengan mereka yang menikah. Jadi, jika kita gampangkan, mereka yang menikah memiliki tingkat kebahagiaan 5 kali lipat daripada mereka yang kumpul kebo. Jadi selain dilarang agama islam kumpul kebo juga punya dampak buruk dari segi psikis..yaiyalah kumpul kok sama kebo..xi..xi..

Keprihatinanku

Sungguh sangat senang alloh masih mengijinkan kita bertemu bulan Ramadhan kemudian merayakan Lebaran bersama keluarga dan saudara, Tetapi ada yang membuat miris tatkala melihat banyak orang yang berdesakan mengerumuni suatu tempat saat ada yang membagikan zakat, entah karena banyak orang miskin atau memang banyak yang memiskinkan diri sehingga lupa status dan lupa kepada agama.
Padahal jelas Dalam surah at-Taubah [9] ayat 60, Allah menegaskan, orang yang berhak menerima sedekah ( zakat ) itu ada delapan golongan ( ashnaf ). Yakni, orang fakir, miskin, amil (panitia zakat), para mualaf, orang yang memerdekakan budak, orang-orang yang berutang, orang yang berjuang di jalan Allah, dan orang yang sedang dalam perjalanan.
Padahal tujuan sedekah adalah untuk mempererat persaudaraan dan mengurangi jurang sosial antara kaya dan miskin. Klo sedekah diberikan dalam bentuk modal usaha alangkah bermanfaatnya bagi orang yang miskin dan memberikan manfaat bagi orang-orang yang berjuang di jalan alloh, Tetapi sekarang banyak yang meminta sodakoh untuk merayakan lebaran secara berlebihan/konsumtif padahal hakekat idul fitri adalah kembali suci karena kita menang melawan hawa nafsu,lapar dan haus selama ramadhan serta saling memaafkan di hari lebaran

Secuil Realitas Masyarakat Disekitar Kita

Terkadang kita menjumpai di dalam masyarakat banyak hal yang aneh,terkadang ada hal yang membuat kita tertawa dan juga mengundang keprihatinan. Beberapa dari hal itu terjadi karena adanya kebiasaan dan menjadi suatu adat kebiasaan, mungkin juga karena faktor geografis tingkat pendidikan serta stimulus dari penguasa/pemerintah.

Saya sendiri melihat ada suatu masyarakat yang menjungjung tinggi arti sebuah papan (Rumah) sehingga mereka rela makan seadanya asal bisa memiliki rumah yang mewah menurut ukuran di lingkungannya, entah karena keyakinan atau memang harga diri dan martabat yang mendorong mereka untuk memiliki rumah yang melebihi arti dari kebutuhan minimal sebuah rumah dan mengorbankan banyak hal lain, diantaranya bidang kesehatan meraka enggan untuk mengeluarkan uang dan cenderung untuk memilih pengobatan gratis yang di adakan pemerintah dan terkadang mereka jadi manja hanya mengharap program pemerintah yang serba gratis bahkan untuk sekecil apapun dan sedarurat apaun,pameo “lebih baik mati daripada menjual/kehilangan harta kekayaan”,  pun cukup untuk menggambarkan situasi ini

Kita juga sering melihat banyak orang kurang mampu dan sering mengeluh tidak punya uang untuk kesehatan dan pendidikan tetapi gaya hidupnya penuh dengan kemewahan untuk seorang yang bilang tidak punya uang seperti mencicil sepeda motor bukan untuk menunjang ekonomi dan memiliki rumah dengan perabotan pendukung seperti lemari Es dan Tv ukuran besar, penampilan pun dengan baju yang jauh dari kesan jelek dan murahan dan laki-lakinya merokok dan menggunakan sepeda motor bukan untuk mencari nafkah.

Tetapi kita di buat terkaget-kaget ketika mereka mereka tiba-tiba dengan bangga menggelar hajatan dengan sangat ramai hidangan dan hiburan seperti layaknya pejabat tinggi,bahkan rela berhutang demi acara tersebut dan harga diri, di masyarakat yang guyub dan masih menaruh klan/trah sebagai hal utama memang susah mengubahnya tanpa di pelopori oleh tokoh masyarakat. Tapi setidaknya harus ada perubahan apalagi menyangkut Keuangan dan harga diri, karena bagaimanapun kesejahteraan bukan tercermin dari megah dan wah nya acara hajatan tapi juga banyak hal lain yang memerlukan jadi tolak ukur diantaranya kemandirian masyarakat dalam mengelola penghasilan dan hidup bermasyarakat yang selaras antara hak dan kewajiban dan antara kebutuhan kebutuhan primer, sekunder dan tersier.